Takdir mempertemukan kami bukan dalam riuh perasaan, melainkan dalam sunyi ilmu dan perjalanan akademik. Berawal dari forum-forum ilmiah dan ruang-ruang kelas dari jenjang sarjana hingga berjanji untuk menuntaskan Doktoral, kami saling mengenal, namun hanya sebatas nama dan adab,rasa yang tersembunyi, tanpa harap yang diumbar.
Waktu berjalan, hingga pada awal tahun baru Hijriyah, Allah mengetuk hati ini dengan keyakinan yang menenangkan. Sebuah isyarat baik hadir dari wanita pujaan hati, seiring dengan ridha ibu tercinta yang menjadi cahaya langkah.
Dengan mengucap Bismillah, aku memantapkan diri memperkenalkan niat suci ini kepada orang tua sang putri pujaan hati, lalu berangkat mengarungi samudra, menyandarkan segala urusan hanya kepada-Nya.
Memasuki bulan Rajab, niat itu kami kukuhkan dalam musyawarah yang penuh hikmah. Lamaran yang direncanakan,
atas kehendak Allah, disatukan sekaligus menjadi Akad Nikah, agar cinta tak berlama-lama berdiam di wilayah tanpa ikatan suci.
InsyaAllah, pada 24 Januari 2026 / 5 Sya’ban 1447 Hijriyah, dua jiwa dipertemukan dalam satu ikatan suci, bukan sekadar karena rasa, melainkan karena iman, ilmu, dan restu orang tua.
Semoga pertemuan ini menjadi awal perjalanan ibadah terpanjang, menuju cinta yang menumbuhkan ketenangan,
dan rumah tangga yang Allah limpahi sakinah, mawaddah, dan rahmah. Aamiin 🤍