“What counts in making a happy marriage is not so much how compatible you are, but how you deal with incompatibility. A great marriage is not when the perfect couple comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”
Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i
Tamu Undangan
N
S
QS. Ar-Rum Ayat 21
Assalamu`alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami
The Bride
Afni Nabila Hasibuan, S.H
Putri bungsu dari Bapak Effendi Hasibuan & Ibu Rustini
The Groom
Briptu Sandi Andri Irawan
Putra sulung dari Bapak Pelda (Purn.) Irwansyah & Ibu Andriyani
Awal pertemuan Nabila dan Sandi bermula dari sebuah perkenalan yang dijembatani oleh seorang teman kantor (bang bayu) yang kebetulan menjadi teman bagi keduanya. Tanpa direncanakan sebelumnya, pertemuan itu hadir di waktu yang tepat saat Sandi sedang mencari seseorang untuk diajak melangkah ke arah yang lebih serius.
Saat itu, ada beberapa pilihan yang diperkenalkan. Namun entah mengapa, sejak awal hati Sandi telah menetapkan satu arah. Dari sekian banyak kemungkinan, pilihannya jatuh pada Nabila yang kemudian menjadi awal dari perjalanan mereka bersama.
Dari perkenalan sederhana yang penuh keikhlasan, tumbuhlah rasa yang semakin hari semakin kuat. Hingga akhirnya, Nabila dan Sandi menyadari bahwa pertemuan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari rencana indah yang telah digariskan untuk mereka jalani bersama. Seiring berjalannya waktu, kisah Nabila dan Sandi pun tidak selalu berjalan mulus. Selama kurang lebih delapan bulan, mereka melewati berbagai lika-liku perasaan terutama Nabila yang merasakan naik turunnya perjalanan ini. Namun, setiap proses tersebut justru semakin menguatkan keyakinan mereka satu sama lain.
Hingga akhirnya, dengan penuh kesungguhan dan niat baik, Sandi memantapkan hati untuk melangkah lebih jauh. Ia memberanikan diri untuk datang dan meminta izin kepada orang tua Nabila, menyampaikan keinginannya untuk mengikat hubungan ini dalam sebuah pertunangan.
Di balik keseriusan itu, terselip alasan sederhana namun penuh makna Sandi tidak ingin kehilangan Nabila, dan ingin memastikan bahwa ia adalah tujuan terakhir dalam perjalanan cintanya.
Dengan penuh harapan dan doa, langkah menuju pertunangan ini pun menjadi awal baru bagi Nabila dan Sandi untuk melangkah bersama ke jenjang yang lebih pasti.
Setelah melalui perjalanan yang penuh makna, dari perkenalan sederhana hingga pertunangan yang menguatkan, Nabila dan Sandi semakin yakin untuk melangkah ke tahap yang paling sakral dalam hubungan mereka.
Dengan restu kedua orang tua dan dukungan dari orang-orang terkasih, keduanya memantapkan hati untuk menyempurnakan kisah ini dalam sebuah ikatan pernikahan. Bukan lagi sekadar tentang dua insan yang saling mencintai, tetapi tentang dua hati yang siap untuk saling menjaga, memahami, dan berjalan bersama dalam suka maupun duka.
Hari bahagia itu pun menjadi awal dari perjalanan baru bagi Nabila dan Sandi. Sebuah awal untuk membangun rumah tangga yang penuh cinta, kepercayaan, dan kebersamaan, dengan harapan setiap langkah yang mereka tempuh senantiasa diberkahi dan dipenuhi kebahagiaan.
Dan kini, kisah yang berawal dari pertemuan sederhana itu telah sampai pada tujuan indahnya mengikat janji suci untuk selamanya.
Wedding Gift
Atas kehadiran dan do’a restu dari Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian, kami mengucapkan Terima Kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.